Langsung ke konten utama

Kulit Berjerawat..ke Dokter Kulit Sajakah?

Dokter untuk kulit berjerawat

Jerawat bukan hanya masalah bagi kaum remaja, kulit orang dewasa pun dapat berjerawat. Kulit wanita secara rata-rata lebih rentan berjerawat daripada kulit pria.

Penyebab jerawat begitu bervariasi, namun tidak seluruhnya benar bahwa timbulnya jerawat disebabkan kurang terjaganya kebersihan kulit wajah. Jerawat dapat disebabkan karena berlebihnya produksi minyak alami kulit/sebum, dan ukuran pori-pori kulit yang besar (kulit jeruk). Namun demikian, membersihkan wajah secara teratur dapat membantu untuk mengurangi timbulnya jerawat. Bersihkan wajah maksimum dua kali sehari.

Mengeksekusi jerawat dengan jari-jari kita tidak membuat kondisi kulit lebih baik. Langkah ini akan mengarah kepada timbulnya infeksi kulit dan meninggalkan bekas.


Jadi apa yang seharusnya dilakukan? Jika jerawat Anda tergolong kasus berat, mengunjungi dokter kulit dapat menjadi solusi. Tapi hati-hati dengan obat jerawat yang harus Anda kenakan untuk mengobati jerawat Anda. Permukaan kulit Anda nampaknya menjadi halus dan bebas jerawat, tapi jika terdapat efek samping, yang tidak dirasakan segera, tetapi ada, pastikan Anda mengetahuinya.



Pengobatan jerawat menggunakan Topical Retinoids  sering menjadi andalan dokter kulit. Retinoid adalah bentuk olahan dari vitamin A. Accutane atau sotret adalah alternatif lain yang digunakan sebagai obat jerawat. Accutane atau sotret juga merupakan bentuk olahan dari vitamin A. Namun berhati-hatilah, penggunaan accutane atau sotret dapat mengakibatkan kerusakan janin.

Jadi, pilihan ke dokter kulit atau tidak, Anda sendiri yang dapat menilai. Apabila penyebab jerawat adalah faktor genetik ataupun dipicu stress, lebih baik jika Anda melakukan pola hidup dan pola pikir sehat untuk menghindari seringnya jerawat berkoloni di wajah Anda.

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Kulit Menjadi Keriput?

Saat usia bertambah, tubuh kita pun menjadi kurang produktif dalam menghasilkan dua komponen penting yang bertanggung jawab atas penampilan kulit. Kedua komponen itu adalah kolagen dan elastin. Berkurangnya produksi kolagen dan elastin ini tidak serta merta menimbulkan efek yang drastis berupa kerut penuaan pada permukaan kulit. Efek penuaan berupa kerut halus dan garis pertanda usia yang makin bertambah akan muncul secara perlahan.

Awet Muda...Mungkinkah?

Menjadi tua itu pasti dan penuaan merupakan siklus biologis yang tidak dapat dihindarkan. Salah satu gejala penuaan yang mudah sekali nampak adalah pada permukaan kulit, terutama daerah sekitar mata. Betapa kerasnya pun usaha manusia untuk menciptakan suplemen-suplemen kulit untuk mem- boost kinerja zat pembentuk jaringan kulit, gejala penuaan itu pada akhirnya tak dapat ditutupi.