Langsung ke konten utama

Tips Mengatasi Godaan Yang Merusak Program Diet

Begitu memutuskan untuk berdiet karena berat badan yang berlebihan, godaan pun datang. Godaan diet selalu berupa keinginan untuk makan makanan yang menjadi kesukaan Anda. Keinginan untuk makan ini dapat bersifat fisiologis atau psikologis. Tentu saja keinginan makan yang tidak terkendali adalah sesuatu yang harus ditundukkan jika Anda memang serius untuk mengusir kelebihan berat badan dan menjadi lebih sehat karenanya. 


Keinginan untuk makan yang bersifat fisiologis didorong oleh rasa lapar sedangkan keinginan untuk makan yang bersifat psikologis didorong oleh keinginan yang tiba-tiba muncul (keinginan biasanya timbul jika ada batasan) ataupun kebiasaan Anda dalam mengatasi perasaan yang ekstrim sedih ataupun bahagia.

Dalam program diet yang Anda jalani, bagaimana caranya agar Anda dapat mengatasi keinginan menyantap makanan tertentu yang sebetulnya dapat merusak program diet Anda?   
  1. Jangan biarkan tubuh tanpa asupan makanan lebih dari lima jam. Dalam waktu lima jam, gula darah akan turun dan timbulah keinginan untuk makan makanan manis. Jadi, ambilah cemilan bergizi yang rendah kalori untuk mengisi perut Anda di antara waktu makan pagi dan makan siang, serta di antara waktu makan siang dan makan malam. 
  2. Puaskan dahaga, minumlah cukup air putih. Kekurangan cairan (air putih) dapat menimbulkan keinginan makan makanan asin. Bawalah botol minum berisi air putih beserta Anda. Cara ini akan sangat membantu Anda konsisten dengan program diet Anda.  
  3. Seringkali hasrat yang menggebu untuk makan timbul karena luapan emosi. Untuk mengatasinya, isilah waktu dengan sesuatu yang menyenangkan dan bermanfaat seperti mendengarkan musik, menonton film.
  4. Sikatlah gigi Anda sesudah makan. Lingkungan mulut dan gigi yang sudah disikat bersih dapat menghapuskan keinginan untuk makan lagi. 
  5. Saat keinginan untuk makan begitu kuat, pasanglah timer selama lima belas menit. Jika dalam lima belas menit Anda dapat bertahan untuk tidak tergoda, maka godaan melanggar program penurunan berat badan pun akan lenyap. 


Postingan populer dari blog ini

Mengapa Kulit Menjadi Keriput?

Saat usia bertambah, tubuh kita pun menjadi kurang produktif dalam menghasilkan dua komponen penting yang bertanggung jawab atas penampilan kulit. Kedua komponen itu adalah kolagen dan elastin. Berkurangnya produksi kolagen dan elastin ini tidak serta merta menimbulkan efek yang drastis berupa kerut penuaan pada permukaan kulit. Efek penuaan berupa kerut halus dan garis pertanda usia yang makin bertambah akan muncul secara perlahan.

Awet Muda...Mungkinkah?

Menjadi tua itu pasti dan penuaan merupakan siklus biologis yang tidak dapat dihindarkan. Salah satu gejala penuaan yang mudah sekali nampak adalah pada permukaan kulit, terutama daerah sekitar mata. Betapa kerasnya pun usaha manusia untuk menciptakan suplemen-suplemen kulit untuk mem- boost kinerja zat pembentuk jaringan kulit, gejala penuaan itu pada akhirnya tak dapat ditutupi.

Hitamkan Rambut dengan Mangkok Spesial

Tidak bermaksud mencuri dengar mbok-mbok yang bercerita satu sama lain di pasar pagi itu. Tetapi, canda tawa dan obrolan mereka terlalu keras untuk tidak terdengar. Mereka membicarakan rambut Mbok Sumi yang tidak menjadi putih di usianya yang lanjut, sembilan puluh tahunan.