Langsung ke konten utama

Berat Badan dan Tidur Malam

Bila kita sudah mantap dengan niat untuk menurunkan berat badan, maka segera perbaiki waktu dan kualitas tidur. Tidur yang cukup dan berkualitas ternyata sangat mendukung program manajemen berat badan berlebihan. Ini bukan hanya mitos, tetapi memang berkaitan dengan hormon yang menimbulkan rasa puas atau lapar pada diri seseorang.    

Tidur malam yang cukup dan pulas dapat meningkatkan produktifitas Anda karena Anda memiliki energi yang cukup untuk memulai hari. Selain itu, dalam kaitannya dengan usaha-usaha penurunan berat badan, kualitas tidur yang baik di malam hari dapat membantu kita untuk tidak berlebihan dalam hal makan. Ini betul-betul bukan mitos, melainkan hasil dari sebuah riset mengenai obesitas yang dilakukan oleh suatu universitas di Amerika. 

Hasil riset mengatakan bahwa terdapat faktor hormon yang berkaitan dengan kualitas tidur seseorang. Ketika kita lelah akibat kuantitas dan kualitas tidur yang buruk, maka hormon yang mendorong kita untuk merasa lapar akan meningkat. Dengan meningkatnya hormon 'lapar' tersebut, kita pun akan terdorong untuk makan lebih banyak. Sementara itu, tubuh yang kelelahan karena kurang tidur akan menurun metabolismenya dan membutuhkan hanya sedikit kalori saja untuk beraktivitas. Sehingga dapat dibayangkan akibatnya, dengan dorongan hormon tersebut, kita akan cenderung makan lebih banyak sementara tubuh sebetulnya hanya membutuhkan sedikit kalori saja. Ini berarti pasokan kalori yang masuk akan melebihi pasokan kalori yang dibutuhkan tubuh. Sisa kalori yang tidak diperlukan tubuh selanjutnya akan tersimpan sebagai lemak, dan hasilnya tentu saja berat badan meningkat.

Jadi, ayo siapkan diri kita untuk memiliki waktu tidur yang cukup dan kualitas tidur malam yang baik agar program penurunan berat badan dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Kulit Menjadi Keriput?

Saat usia bertambah, tubuh kita pun menjadi kurang produktif dalam menghasilkan dua komponen penting yang bertanggung jawab atas penampilan kulit. Kedua komponen itu adalah kolagen dan elastin. Berkurangnya produksi kolagen dan elastin ini tidak serta merta menimbulkan efek yang drastis berupa kerut penuaan pada permukaan kulit. Efek penuaan berupa kerut halus dan garis pertanda usia yang makin bertambah akan muncul secara perlahan.

Awet Muda...Mungkinkah?

Menjadi tua itu pasti dan penuaan merupakan siklus biologis yang tidak dapat dihindarkan. Salah satu gejala penuaan yang mudah sekali nampak adalah pada permukaan kulit, terutama daerah sekitar mata. Betapa kerasnya pun usaha manusia untuk menciptakan suplemen-suplemen kulit untuk mem- boost kinerja zat pembentuk jaringan kulit, gejala penuaan itu pada akhirnya tak dapat ditutupi.

Kulit Berjerawat..ke Dokter Kulit Sajakah?

Jerawat bukan hanya masalah bagi kaum remaja, kulit orang dewasa pun dapat berjerawat. Kulit wanita secara rata-rata lebih rentan berjerawat daripada kulit pria.